Pulau Pahawang
Pulau Pahawang Photo by Fidelia Zheng on Unsplash

Pulau Pahawang Surga Tersembunyi dibawah Laut Lampung

Posted on

Pulau pahawang. Mungkin, nama Pulau Pahawang masih terdengar asing ya di telinga orang awam. Sama seperti Bunaken di Sulawesi Utara atau laut laut lepas lain di indonesia yang memiliki spot snorkeling dan diving yang keren keren, Pahawang ini memiliki keanekaragaman hayati, khususnya terumbu karang yang indah banget.

Gara – gara baca iklan di sebuah agen tour  yang menawarkan paket wisata perjalanan ke Pulau Pahawang saya pun ngiler pengen kesana nyobain snorkeling di Taman Nemo nya. Pulau pahawang ada dimana sih? Pahawang terletak di kecamatan Marga Punduh, kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan.

Pulau ini terletak lepas di Teluk Punduh, Pulau Pahawang ini terbagi menjadi 2 pulau, yaitu Pulau Pahawang besar dan Pulau Pahawang kecil. Pulau Pahawang memiliki sejuta pesona yang tidak kalah menarik dengan obyek lainnya, tapi ternyata warga lokal disini malah jarang snorkeling atau explore setiap pulau yang ada disini. Padahal surga bawah laut benar benar ada di dekat mereka loh, apalagi pahawang masih jarang tersentuh oleh para penyelam dari belahan dunia lain.

Betul betul surga bawah laut yang tersembunyi! Pulau Pahawang menyimpan banyak keindahan. Pemandangan yang indah, bukit pepohonan yang hijau, pasir pantai yang berwarna putih, air laut yang jernih dan segar dapat kalian nikmati di pulau ini. Sangat cocok bagi kamu yang suka snorkeling dan free diving.

Dengan keindahan natural taman lautnya, Pulau Pahawang merupakan tempat menyenangkan bagi para pencinta snorkeling dan dapat mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.Yang ikonik dari Pulau Pahawang adalah dataran pasir yang timbul apabila air laut sedang surut sehingga membentuk satu jalanan pasir yang membentang dari pulau satu ke pulau yang lainnya.

Rute ke pulau pahawang Lampung

Berbekal rasa penasaran, saya pun memesan tiket paket wisata perjalanan ke Pahawang seharga 370 ribu dari salah satu perusahaan yang menyediakan jasa open trip, paket wisata ini sudah termasuk perjalanan pulang pergi Tiket kapal ferry Merak – Bakauheuni (pulang – pergi), sewa Avanza/APV dari Bakaheuni – Dermaga Ketapang (pulang – pergi), sewa kapal untuk island hopping selama 2 hari, homestay, makan 4 kali, BBQ, team leader, local guide dan dokumentasi foto underwater.

Oh iya, di paket wisata ini gak termasuk Transport dari tempat asal ke Pelabuhan Merak, Upgrade class ferry (rate harga Rp 8,000- 12,000 dan bayar langsung ke petugas kapal) dan sewa alat snorkeling Rp 80,000 selama 2 hari itu tidak termasuk ke Paket wisata, jadi nya ya saya bayar sendiri. Hehe. Jam 8 malam saya berangkat menuju Pelabuhan merak menggunakan bus primajasa dari Terminal Kampung Rambutan.

Sepanjang perjalanan saya merasa gelisah, gimana ya nanti pas sampai disana? Padahal saya sudah banyak membaca referensi dari berbagai sumber dan apalagi nantinya bakal ada peserta trip yang lain. ah tapi ya sudahlah, jalan saja dulu. Bismillah. Sampai di Merak jam 12 dan saya pun segera menghubungi tour leader yang akan memimpin perjalanan wisata saya  dari Merak – Pahawang.

Suasana di Pelabuhan Merak malam itu masih cukup ramai, banyak traveler lain yang nampak nya juga akan melakukan perjalanan malam hari. Bahkan di Terminal Merak tempat saya pertama kali menginjakan kaki di kota paling ujung Pulau Jawa ini masih banyak pedagang yang menjajakan oleh oleh khas Banten dan Lampung. Bahkan ada oleh – oleh khas Palembang yang dijual disini. Jadwal keberangkatan saya adalah pukul 2 dini hari, jadi saya harus menunggu 2 jama diruang tunggu.

Saya merasa gabut dan aneh, saya melihat banyak peserta open trip lain yang melakukan perjalanan bersama teman – temannya. Iseng juga sih jalan sendiri, tapi nanti nya juga terbiasa kok. Jam 2 tepat saya naik ke atas kapal, menggendong ransel berukuran 45 liter. Saat itu saya melakukan kesalahan terbesar, sudah tau mau naik kapal tapi memakai jaket berbahan denim.

Penginapan di Pulau Pahawang

Angin laut menusuk kulit saya, mau tak mau saya harus mengeluarkan pashmina yang seharusnya saya pakai sebagai kerudung salin saat di Lampung nanti dan saya jadikan sebagai selimut ala kadarnya. Perjalanan laut Merak – Bakaheuni memakan waktu 4 jam perjalanan. Jam 5 pagi kami sampai di Pelabuhan Bakaheuni. Tapi perjalanan masih sangat jauh, kami masih harus naik mobil ke dermaga ketapang. Perjalanan dari Bakauheuni – Dermaga Ketapang memakan perjalanan 3 jam.

Ternyata kondisi jalan menuju Dermaga Ketapang ini agak bergelombang. Saya yang biasanya anti mabok ketika melakukan perjalanan jauh akhirnya berhasil memuntahkan isi perut saya di plastik dan menelan 1 butir antimo. Bayangkan saja kamu melakukan perjalanan berkilo – kilometer dengan kondisi jalan yang rusak parah. Akhirnya Kami sampai di Ketapang jam 8 pagi.

Dari dermaga ketapang menuju pahawang kita harus menggunakan kapal warga sekitar. Tapi sebelum meyebrang kami diharuskan sarapan terlebih dahulu dan setelahnya dibagikan alat snorkeling dan safety life jacket. Pulau pertama yang kami sambangi adalah Pulau Kelagian Kecil dan setelahnya Cukuh Bedil. Di Cukuh Bedil ini kami mulai menyelam dan snorkeling, disini juga ada beberapa spot foto underwater.

Siangnya kami semua diantar check in ke homestay. Homestay nya itu pas banget di pinggir Pulau Pahawang, jadi sejauh mata memandang itu cuma ada Pulau, Hutan Mangrove dan laut lepas. Setelah istirahat dan makan siang kami pun diajak mengeksplor Pantai Pulau Balak dan Tanjung putus.

Sudah puas berenang di Pulau Balak bersama ikan – ikan kecil yang lucu. Lets go to Tanjung Putus atau biasa disebut pasir timbul. Saya excited  banget pas turun perahu motor buat liat pasir timbul, gimana ngga excited? Jadi di depan kita itu berhambur hamparan pasir putih yang timbul karena air laut surut dan menghubungkan pulau di sebelah timur yang penuh mangrove dengan bukit di sebelah barat. Oh my god, bener bener keren banget!

Gambar di pulau pahawang

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

Nah, dibelakang saya ini bukit nya. Karena kami sampai di Tanjung Putus sore hari maka kami mendapat view plus – plus dari Tanjung putus ini. Ya, apalagi kalau bukan sunset.  Oh iya yang disebelah saya ini namanya mba Erica, dia ini peserta open trip juga.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

And then …… ini dia  pasir timbul yang saya bilang. Oh iya ini teman teman baru saya, mereka sama seperti saya dan mba rica. Peserta open trip ini juga. Sudah puas snorkling seharian penuh akhirnya kami kembali ke homestay untuk istirrahat. Pagi hari nya saya bangun dan prepare untuk explore pulau lagi sekaligus mengepack barang kembali jarena sorenya kami harus kembali ke Jakarta.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

Ini dia view homestay yang saya dan peserta open trip lain singgahi untuk 1 malam.

Destinasi yang kami sambangi pagi itu adalah Taman Nemo , disini saya juga beberapa kali foto underwater dengan kedalaman 6 meter.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

Sudah puas nyelam dan foto underwater? Sekarang kami berangkat ke spot lain. Kalau kemarin sudah menyambangi Pulau Kelagian Kecil sekarang kita ke Pulau Kelagian Lunik. Kelagian Lunik adalah pulau terakhir yang kami explore di Lampung. Seperti pulau – pulau sebelumnya yang kami datangi, Kelagian Lunik juga memiliki hamparan pasir lembut dan putih bersih, air nya pun tak kalah jernih.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

 Sebelum Kembali ke Dermaga Ketapang ( lokasi di Pulau Kelagian Lunik ).

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

“sebelum pulang foto dulu, belum tentu ada kesempatan main ayunan di pinggir pantai yang bersih banget kaya gini lagi “ – mba dwi.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

Kami juga sempat naik donat boat di Tanjung Putus kemarin sebelum kembali ke homestay.

Pulau Pahawang
Pulau Pahawang

Foto diatas perahu motor sebelum kembali ke Dermaga Ketapang.

Pengalaman yang bisa diambil dari perjalanan saya kali ini adalah, Indonesia sebetul nya kaya akan keindahan taman bawah laut dan terumbu karang nya. Tidak hanya Labuan bajo, Raja Ampat, Bunaken dan spot snorkeling atau diving lainnya yang sudah terkenal di mancanegara, tapi juga ada kok surga bawah laut lainya yang belum banyak diketahui dan beberapa diantaranya malah berada di dekat kita.

Sayangnya, belum banyak disadari oleh warga lokal, padahal spot tersebut tidak kalah keren dengan spot – spot snorkeling dan diving yang sudah dikenal dunia. Saran saya adalah, yuk! Mumpung masih muda, nikmati masa muda kalian dengan melihat keindahan negeri sendiri dari sudut yang berbeda. Jangan tau nya cuma mall saja ya guys hehe J. So, gimana guys? Sudah punya rencana menikmati taman bawah laut di teluk Lampung juga? Sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya ya.

Leave a Reply