Apa Sih Pengertian Psikologi Forensik Itu?

Posted on 13 views

Pengertian Psikologi Forensik (Red). Hai teman-teman, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang ilmu-ilmu psikologi untuk tema kali ini saya akan menjelaskan tentang psikologi Forensik.Untuk kalian yang penasaran bisa langsung membaca artikel ini. Dan bagi kalian yang belum mengetahuinya, kalian bisa membaca artikel ini untuk menambah pengetahuan kalian tentang ilmu-ilmu psikologi.

Penelitian dalam psikologi abnormal dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori serta bagaimana praktek dari teori. Penelitian psikologi abnormal juga dilakukan untuk memahami keunikan individu mulai dari perasaan, perilaku dan pikiran.

Dalam hal ini ilmu forensic diperlukan. Mengapa ilmu psikologi forensic ini diperlukan? Itu dikarenakan ilmu psikologi forensik mengumpulkan data-data yang akurat dan berdasarkan pihak-pihak hukum.

Psikologi forensik ini merupakan salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari subyek dari segi kognitif, afektif dan perilaku dalam kaitannya dengan proses hukum. Dengan kata lain, psikologi forensik merupakan titik temu antara bidang psikologi dan bidang penegakan hukum.

Ilmu forensik ini merupakan ilmu yang dilihat dari data-data yang akurat berdasarkan pihak-pihak hukum seperti pengadilan, kepolisian dan masih banyak lagi.

Orientasi psikologi forensik yang bersifat klinis adalah faktor yang membedakannya dari psikologi hukum, yang lebih berfokus pada aspek-aspek eksperimental. Bersama-sama, kedua disiplin ilmu ini masuk dalam kategori bidang ilmu yang lebih besar, yang secara umum lebih dikenal sebagai “Psikologi dan Hukum”. Meskipun merupakan disiplin ilmu yang relatif baru, psikologi forensik sebenarnya memiliki sejarah yang cukup panjang.

Seorang ahli psikologi forensik seyogyanya memiliki pengertian mendasar akan prinsip-prinsip hukum tertentu, khususnya yang berkaitan dengan kesaksian sebagai saksi ahli di pengadilan. Ia juga harus mampu memformulasikan temuan-temuan psikologis ke dalam bahasa hukum yang dapat dipahami di persidangan. Ini penting, karena pertanyaan-pertanyaan kepadanya sebagai saksi ahli di persidangan biasanya diajukan dalam bahasa hukum, dan bukan bahasa psikologi.

Ia juga perlu memahami mekanisme sistem adversarial, yakni sistem yang berlaku umum di banyak negara (termasuk Indonesia) di mana dua pihak yang berseteru diwakili masing-masing oleh penasihat hukum (penuntut dan pembela) yang mempresentasikan kasus mereka di hadapan pihak yang netral, yakni majelis hakim.

Seorang psikolog forensik dapat dipanggil ke pengadilan berkaitan dengan spesifikasi bidang ilmu yang dikuasainya. Misalnya, seorang neuropsikolog forensik dapat dimintai pendapatnya di persidangan berkaitan kasus yang melibatkan masalah atau kerusakan otak seseorang. Mereka juga dapat dimintai pertimbangan apakah seseorang secara hukum dinilai kompeten untuk menghadiri persidangan atau tidak.

Seringkali psikolog forensik ditugaskan untuk meneliti tingkat kewarasan seorang terdakwa pelanggar hukum pada waktu tindak pelanggaran itu terjadi. Ini penting untuk menentukan apakah si terdakwa dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum atau tidak.

Seorang psikolog forensik dapat sewaktu-waktu dimintai rekomendasi soal vonis, perawatan, atau hal-hal lain oleh hakim. Psikolog forensik juga dapat dilibatkan dalam pelatihan dan evaluasi terhadap petugas kepolisian dan penegak hukum lainnya.

Berbeda halnya dengan psikolog klinis pada umumnya, psikolog forensik tidak memandang diri klien atau terdakwa dari sudut pandang si terdakwa itu sendiri, atau ber-“empati”, karena itu bukan bagian dari tugasnya. Menggunakan teknik pengujian dan prosedur wawancara yang tradisional tidak cukup memadai dalam suatu situasi forensik. Yang terpenting adalah menguji bagaimana konsistensi dari informasi faktual yang muncul dari berbagai sumber, dan seorang psikolog forensik harus mampu menghadirkan sumber-sumber yang digunakan itu.

Salah satu tantangan dalam pendekatan psikologi forensik adalah menghadapi klien yang pura-pura sakit, atau malingering. Dalam beberapa kasus, tindakan ini dikategorikan sebagai pelanggaran karena dianggap menghambat proses hukum, dan ada sanksi tersendiri untuk itu.

Jika ada keraguan dari pihak pengadilan apakah seorang terdakwa itu cukup kompeten secara mental untuk menghadiri sidang terhadap dirinya, ditunjuklah seorang psikolog forensik untuk meneliti kondisi kejiwaan orang tersebut. Atas hasil penelitian itu sang psikolog membuat rekomendasi untuk pengadilan. Jika orang tersebut dinilai tidak kompeten, biasanya sang psikolog akan merekomendasikan penanganan psikiatris atas orang tersebut dalam jangka waktu tertentu untuk mengembalikan kompetensi mentalnya, di samping juga untuk mengembalikan kemampuannya melakukan pembelaan diri selama persidangan.

Dalam beberapa kasus di mana terdapat ancaman hukuman mati, psikolog forensik dapat ditugaskan meneliti kompetensi mental si terdakwa dalam menghadapi pelaksanaan hukuman mati tersebut.

Psikolog forensic ini sangat dipercaya dalam hal mengumpulkan data-data, karena seorang psikolog ditanamkan sikap untuk menjaga rahasia dan mengumpulkan data-data yang akurat sesuai dengan hukum yang ada dan berlaku.

Dalam kasus-kasus di mana tingkat kewarasan si terdakwa pada waktu melakukan tindak kejahatan itu diragukan, seorang psikolog forensik dapat ditugaskan untuk meneliti dan memastikan hal tersebut. Pada kasus-kasus lainnya, seorang psikolog forensik dapat ditugaskan meneliti dan memastikan seberapa besar risiko seorang terdakwa pelaku tindak kejahatan dapat mengulangi lagi perbuatan tersebut. Terkait hal tersebut, sang psikolog juga memberi informasi dan rekomendasi bagi keperluan vonis, keputusan mengenai masa percobaan, atau pembebasan bersyarat, termasuk di dalamnya seberapa besar kemungkinan pelaku kriminal tersebut dapat direhabilitasi.

Apa kalian tertarik untuk menjadi psikolog forensik? Pekerjaannya ini lumayan sulit karena harus mengumpulkan data-data yang benar-benar akurat dan sesuai untuk ditindak lanjuti jika ada sebuah kasus tertentu.

Nah sekian nih yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini, saya harap artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya. Dan saya juga berharap kalian yang membaca artikel ini tidak bosan. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Reply