pengertian psikologi abnormal
Photo by Cristian Newman on Unsplash

Apa Sih Pengertian Psikologi Abnormal Itu?

Posted on 11 views

Pengertian Psikologi Abnormal (Red). Hai teman-teman, pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang ilmu-ilmu psikologi untuk tema kali ini saya akan menjelaskan tentang psikologi Abnormal.

Bagi kalian yang belum mengetahuinya, kalian bisa membaca artikel ini untuk menambah pengetahuan kalian tentang ilmu-ilmu psikologi.

Psikologi abnormal merupakan salah satu cabang psikologi dalam bidang klinis dimana ia mempelajari pola perilaku abnormal dan menggunakan cara tertentu untuk membantu orang yang mengalami abnormalitas.

Cakupan psikologi abnormal lebih luas dari sekedar gangguan psikologi. Studi mengenai gangguan mental secara umum dikaitkan dengan perspektif model medis (medical model).

Model ini menganggap perilaku abnormal adalah efek dari gangguan atau penyakit yang menjadi dasar dari model itu sendiri.

Untuk psikolog yang menangani orang yang mengalami abnormalitas ini, mereka harus memahami orang tesebut dan harus senantiasa sabar dan mendengarkan apa yang mereka katakana tanpa mengeluh.

Seorang psikolog lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara panjang lebar kepada pasiennya.

Mengapa demikian seperti itu? Itu karena seorang psikolog adalah seorang pendengar yang baik dan mereka menganalisis apa solusi dari permasalahan yang dialami pasien mereka, jika mereka sudah menemukan titik terangnya, mereka akan langsung membicarakan intinya tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

Psikologi abnormal memiliki beragam istilah yang spesifik. Beberapa istilah yang sering digunakan dalam menyebut perilaku abnormal dalam psikologi abnormal adalah mental disorder, perilaku maladaptiveemotional discomfort, mental illness, psikopatology dan gangguan mental.

Pengertian Psikologi Abnormal Menurut Ahli

  • Menurut Singgih Dirgagunarsa, Pengertian Psikologi abnormal atau disebut juga psikopatologi merupakan bidang psikologi yang kaitannya dengan hambatan atau kelainan kepribadian, dimana ini menyangkut isi dan proses kejiwaan.
  • Sedangkan menurut Kartini Kartono, Pengertian Psikologi abnormal merupakan cabang ilmu psikologi yang menyelidiki bentuk abnormalitas jiwa dan gangguan mental.

Terdapat dua pokok definisi psikologi abnormal, yaitu:

  1. Psikologi abnormal adalah cabang ilmu psikologi yang dikhususkan dalam bidang tertentu terutama membahas abnormalitas
  2. Psikologi abnormal membahas bentuk gangguan dan kelainan baik itu proses (penyebab, manifestasi serta akibat) maupun isi.

Konsep abnormalitas dapat ditinjau dari beberapa sisi, seperti berikut ini:

  1. Statistical infrequency

Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik dalam mendefinisikan konsep abnormalitas. Semua variabel yang akan diukur terlebih dahulu didistribusikan ke dalam suatu kurva normal.

Kurva normal ini berbentuk seperti lonceng. Sebagian besar orang akan berada pada bagian tengah kurva. Abnormalitas dapat dilihat di kedua ujung kurva dan tidak berada di tengah kurva atau tidak masuk dalam bagian lonceng.

Abnormalitas menurut konsepsi statistik biasanya digunakan dalam bidang psikologi atau bidang medis. Sebagai contoh dalam pengukuran intelegensi, ketrampilan membaca, tekanan darah, berat badan dan sebagainya.

Meski masuk dalam konsep abnormal, namun jarang digunakan istilah abnormal dalam bidang ini. Orang dengan IQ yang berada di sebelah kanan dan termasuk abnormalitas misalkan IQ 150 disebut jenius bukan abnormal. Perlu adanya informasi lain yang mendukung apakah suatu perilaku termasuk normal atau tidak normal.

Baca Juga…

Pengertian Psikologi Pendidikan

Pengertian Psikologi Sosial

Pengertian Psikologi Konseling

  1. Unexpectedness

Perilaku abnormal dengan pendekatan ini didefinisikan debagai suatu reflek atau bentuk dari respon yang tidak diharapkan akan terjadi.

Respon seperti cemas dengan tiba-tiba saat berada dalam tengah suasana dimana keluarga berbahagia atau repon kekhawatiran akan ekonomi keluarga sementara keadaan ekonomi keluarga tengah sangat baik. Respon-respon ini tidak diharapkan terjadi masuk dalam perilaku abnormal.

  1. Personal distress

Perilaku akan dianggap sebagai abnormal jika perilaku menimbulkan penderitaan bagi individu atau perilaku tersebut menyengsarakan individu. Tidak semua disorder atau gangguan akan menyebabkan distress.

Sebagai contoh adalah psikopat yang melukai orang lain tanpa merasa bersalah dan tidak ada kecemasan dalam melakukan tindakan melukai.

Dalam konsep ini, tidak semua kesakitan dan penderitaan dikatakan abnormal, seperti sakit karena suntikan. Kriteria dalam konsep ini dikatakan subyektif karena sulit untuk menentukan standar tingkat distress yang dapat diberlakukan secara umum.

  1. Violation of norms

Konsep ini mendefinisikan perilaku abnormal dengan mengkaitkannya dengan konteks sosial di lingkungan perilaku tersebut. Ketika perilaku sesuai dengan norma masyarakat maka perilaku dapat dikatakan normal.

Jika perilaku bertentangan dengan norma dimana perilaku dilakukan maka perilaku disebut sebagai abnormal. Konsep ini mempertimbangkan relatifitas perilaku dengan norma masyarakat dan budaya yang ada dalam lingkungan dan pada saat yang sama.

Tahun 1970, homoseksual dianggap sebagai perilaku abnormal di Amerika namun perilaku ini disebut normal sekarang. Konsep ini dapat membantu mengklarifikasi relativitas definisi abnormal dengan menyesuaikan budaya dan sejarah namun kriteria tidak akan cukup dalam mendefinisikan abnormalitas.

  1. Disablitity

Abnormalitas dapat menyebabkan individu kesulitan dalam mencapai tujuan. Abnormalitas dapat mengakibatkan kesulitan mengoptimalkan fungsi akademik bagi pemakai narkoba.

Tidak hanya itu pemakai narkoba juga dapat kesulitan menjalankan pekerjaan serta fungsi sosial. Ketidakmampuan ini menyebabkan pemakaian narkoba disebut sebagai abnormalitas. Konsep ini tidak menjelaskan dengan gamblang apakah orang abnormal akan mengalami disability.

Ruang Lingkup Psikologi Abnormal

  1. Assesment

Asessment adalah suatu proses dimana informasi mengenai subyek atau klien dikumpulkan. Assesmen bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan informasi yang mendetil tentang seseorang.

Informasi dari assesmen juga digunakan untuk mengambil keputusan yang akan disampaikan. Assesmen dilakukan melalui beberapa langkah antara lain survey, riset, observasi, eksperimen, pengembangan teori dan studi kasus klinis.

Assesment ini merupakan langkah awal yaitu mengumpulkan data-data mengenai klien untuk mendapat pemahaman yang dan informasi yang detail agar bisa menentukan keputusan langkah apa yang selanjutnya akan dilakukan.

  1. Intervensi

Intervensi adalah upaya yang dilakukan untuk mengubah beberapa aspek dari seseorang seperti pikiran, perilaku dan perasaan. Intervensi dilakukan agar seseorang menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupannya.

Dalam psikologi, intervensi klinis dilakukan untuk membantu seseorang dalam menangani masalah sehingga dapat mengembangkan hidup yang memuaskan.

Upaya ini dilakukan agar mereka yang berkebutuhan khusus bisa merubah jalan pikiran mereka, perilaku mereka dan perasaan mereka terhadap orang terdekat, disekitar mereka dan lingkungan tempat mereka tinggal.

  1. Penelitian

Penelitian dalam psikologi abnormal dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori serta bagaimana praktek dari teori. Penelitian psikologi abnormal juga dilakukan untuk memahami keunikan individu mulai dari perasaan, perilaku dan pikiran.

Tanpa penelitian kalian tidak akan tau bagaimana kebenarannya dan kalau hanya mengira-ngira saja itu tidak mungkin 100% benar dan sangat akurat.

Nah sekian nih yang bisa saya sampaikan pada artikel kali ini tentang Pengertian Psikologi Abnormal, saya harap artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Reply